Kamis, 15 Desember 2011

My Past.. My Precious Time..


Tokoh Cerita :

Saya                          like I know
Angga Mangga         my best man, my dodol friend :D
Abdi                       
Tami                      
Esta                        

Nb : Nama tokoh  diatas sebagian asli dan sebagian disamarkan :p

Saya sudah mengenalnya ketika saya duduk di kelas 1 SMA. Ketika itu saya kelas X7 dan dia X2 ( kalo tidak salah, saya beneran lupa ). Saya mengenalnya lewat my best man, ever, Angga Mangga karena mereka sudah menjadi teman sepermainan ketika kelas satu awal SMA dan belum diacak. Nama lengkapnya blabla Abdi ^^ Saya berteman dengannya seperti biasa. Dan singkat cerita awal kelas 2 SMA ( kalo ga salah, saya juga beneran lupa ), kami pun jadian, hahahaha .
Dia memang bukan pacar pertama saya, tapi baru inilah saya merasakan indahnya pacaran SMA. Kalo dulu waktu SMP orang bilang masa – masa SMA itu masa yang indah, mereka SALAH! Karena masa – masa SMA adalah masa yang SUPER INDAH..!!! Menyenangkan dan Membahagiakan.!! Untuk soal cinta – cintaan SMA tentu saja :p

Dan saya baru tau, kalo sebelum jadian dengan saya itu dia pernah jadian dengan Tami waktu kelas satu awal, itu juga si Mangga yang kasi tau, just info for me, tanpa saya yang berniat mencari tau karena saya tidak mau kepo dengan urusan orang. Kami pacaran kayak biasa, dan jujur saja, saya merasa pacaran bersamanya tidak lebay, no over PDA, kami berbeda kelas, ke kantin bareng ( itu juga jarang ) , pulang dan pergi sekolah juga jarang banget di antar jemput, karena saya memang dari dulu tidak pernah mau memanfaatkan pria untuk menjadi sopir ato semacamnya dan saya selalu berusaha mandiri dan tidak manja. Selain itu? Kadang saja saya pergi jalan – jalan dengannya di hari Minggu ( Halah :D ) , saya main ke rumah dia, dia yang lebih sering main ke rumah saya, akrab dengan ayah dan ibu saya ( Keluarga saya memang selalu open dengan orang ^^ ) Ngobrol berdua di tepi sungai. Sungai? Serius koq Sungai ^^. Selebihnya? Kadang nonton dia main futsal, nonton dia waktu nampil ngband, he’slamin’ on his guitar with his band : ) Selebihnya lagi? Ga ada, biasa aja, dia baik, kami baik..

Lalu akhir kelas 2 SMA kami putus, dan detailnya tidak akan saya ceritakan disini, karena memang putusnya baik – baik dan dia memintanya dengan sopan, walau tetap ada air mata, tapi sekuat mungkin saya tidak meneteskannya di depannya. Saya tidak mau mengiba – iba dan tidak mau terlihat seperti cewek yang tidak laku ngemis – ngemis biar jangan putus , dan sangat menghormati keberaniannya dan kejujurannya. Sekalipun saya tidak mengajaknya untuk balikan lagi, walaupun saat itu jujur saja saya masih suka sama dia.  Saya menangis di rumah, ditemani si mangga dodol tentu saja :D Hal ini berlangsung selama masa liburan kenaikan ke kelas 3 SMA. Di masa itu saya benar – benar tidak berhubungan lagi dengannya, karena untuk urusan percintaan, saya tidak mau ngajak balikan duluan, ngontak duluan, saya takut dibilang sangat berharap..

Hidup pun berjalan seperti biasa, dan sekali lagi tanpa perlu dijelaskan detailnya lagi, pertengahan kelas 3 kami CLBK ( Preettt :p ) Eh beneran, kami jadian lagi..hihihi . Dan sebagai info tambahan : bukan saya yg ngajak balik, beneran deh, Tanya ke orangnya kalo ga percaya :D Namanya Abdi, sekarang dia masih di Jambi :D Dan walaupun di masa putus saya itu ada cowok bernama Esta mendekati saya dan menembak saya ( Gilaaaa saya kayak cantik banget ya?! Tenang saja pembaca, saya jelek koq, saya juga tidak mengerti apa yang mereka2 liat dari saya :D ) Saya tidak menerima si Esta karena saya masih suka dengan Abdi dan saya tidak mau menjadikan Esta pelarian, saya tidak tega..Esta baik dan saya percaya dia akan bahagia, tapi bukan dengan saya ^^…

Kami balikan, saya dan Abdi maksudnya. Dan seperti biasa, hubungan kami biasa saja , menyenangkan, apa adanya dan kami menyukainya. Akhir tingkat 3, ternyata Tami ( mantannya Abdi ) dan Esta ( yang pernah suka dengan saya ) jadian. Kami berempat satu sama lain saling mengenal. Dan kami juga saling mengetahui jalinan cinta masing – masing ( Errrghhhhhh :D ) Abdi dan Tami tau Esta pernah nembak saya, Saya dan Esta tau kalo Abdi dan Tami pernah jadian, tapi masing – masing menerimanya, saling kenal, dan yang  paling penting, kami berempat menciptakan sebuah harmoni yang indah :) < ngomong apa sih !
Eh tapi serius, ternyata percintaan kami berempat waktu itu lucu, berputar di empat orang ^.^ Padahal satu sana lain ga ada yang berusaha menjadi mak comblang, semua sudah diatur Yang Maha Kuasa .. Lucu.. tapi Indah ^^

Saya dan Esta IPA 2, Tami IPA 1, dan Abdi Bahasa, Walaupun saya dan Esta satu kelas, there’s no awkward between us, semua berjalan normal dan baik – baik saja. Malah dalam beberapa kesempatan, kami berempat pernah main bareng, kami main di rumah Tami, Percaya? Saya datang bersama Abdi, lalu Esta menyusul ke rumah Tami, setelah itu kami berempat jalan – jalan, main, sekali lagi, No Awkward..

Ada juga peristiwa waktu saya Ulang Tahun ke 17 dan dirayakan secara sederhana di rumah , Abdi, Esta dan Tami datang, dan saya sangat menyukai saat - saat itu ^^

Waktu berlalu.. Kami sudah lulus SMA, saya kuliah di Jakarta, Tami kuliah di Bogor, Esta dan Abdi kuliah di Jambi.

Yang terjadi selanjutnya, hubungan saya dan Abdi tidak berlanjut, dan di saat itu kami memang sama – sama merasakan kalau ini ga bisa dilanjutin lagi, memang di beberapa waktu setelah saya kuliah di Jakarta , kami sempat berusaha untuk melanjutkan hubungan lagi dalam beberapa waktu, walaupun berbeda pulau. Namun sudah tidak bisa lagi. Gagal. ada hal yang ga akan ada jalan keluarnya, NO SARA tetap, dan tidak perlu detail diungkapkan disini ^^

Maka, saya dan Abdi selesai, namun tanpa perlu ngapdet status yang menyayat nyayat hati ( emang belom jaman fb sih :p ) tanpa perlu marah – marah di friendster, tanpa perlu tumpahan air mata yang berlebihan, walaupun memang saya sangat sedih, masa – masa SMA yang indah banyak saya dapatkan bersamanya, begitupun dia, saya tau, saya cukup mengenalnya. Namun apa daya, kami sudah memutuskan, ini tidak bisa, we have to move on forward.. Selesai..

Namun tidak dengan hubungan silaturahmi kami, jika saya pulang ke Jambi, kadang kami bertemu, bertemunya juga ga akan ada romantis – romantisan dan indikasi balikan lagi. Ga akan. Seperti yang sudah saya bilang, ada hal yang tidak akan membuat saya dan Abdi akan balikan lagi..
 Kadang kami berkomunikasi di fb ato sms ato telepon, walaupun intensitasnya tidak akan pernah seperti jadian dulu lagi. Dan konteks yang kami obrolin pun hal – hal biasa, tentang kabar keluarga kami, tentang gimana dia dengan cewenya sekarang, tentang bagaimana saya juga dengan pacar saya, Sekali lagi, tanpa menjurus ke hal – hal negative tentang pasangan kami masing – masing. Tanpa ada niatan untuk saling memanasi dan memprovokasi hubungan kami. Kami saling mendukung dan saling berusaha berhubungan baik dengan tidak mengganggu pasangan kami. Dia cukup tau pacar saya di fb, dan sayapun begitu, tidak mau terlalu kepo dengan urusan pribadi dia. Paling kami hanya mentertawakan kekonyolan jaman SMA dulu, saling cela – celaan, saling ejek – ejekan kocak, saling bacok – bacokan, tampar – tamparan, gebuk – gebukan , siram – siram aer panas.. Nah Lho ?! :D Hahaha

Otherside, Tami dan Esta masih jadian, sampai sekarang ( setau saya pertengahan 2011 masih jadian mereka, lama yaa.. dari 2007 loh ^^, tapi ya gatau juga karena saya ga tanya - tanya )  berbeda dengan saya dan Abdi..
Kami semua melanjutkan hidup, Abdi sudah lama menemukan pengganti saya. Dan Alhamdulillah saya juga sudah menemukan “That Man “ di kampus saya, kampus Darmaguna :p That Man That I Love, Sulistyo Nugroho, Tyo, percaya dengan saya, Abdi masa lalu dan tulisan ini untuk pengalaman saja.. I’m with you from now on.. ^^ Trust Me, it Works!

Kami  masih berteman baik, kami berempat saling temenan di Facebuk ( Ciee bukan Friendster lagi gituu :p ) Gaol nih kita berempat udah punya Facebuk ga kayak jaman SMA dulu :D
Kami  masih punya kontak masing – masing di HP, Kami  masih berhubungan baik tanpa perlu kepo dengan urusan masing – masing.. Saya dan Tami sampai sekarang masih temenan, apalagi jarak Jakarta – Bogor deket, saya suka main ke Bogor, main dengan Tami, Kalau pulang lebaran juga diusahakan kami saling bertemu.. Indah.. Oh Indahnya dunia tanpa perang :)

Saya bahagia dengan masa lalu saya..
Saya bersyukur pernah mengenal orang – orang seperti  Abdi, Tami, dan Esta..
Saya berteman dengan mereka semua, saya menghargai mereka dan saya sangat bangga bisa melanjutkan hidup tanpa perlu bermusuhan dengan mereka semua.. Termasuk dengan Mangga , Eh! Hampir lupa Mangga juga tokoh sentral disini, dia juga kenal dengan tokoh – tokoh di cerita ini!

Hihihihi^^

#Cerita Tidak Penting untuk kalian yang membaca, sepele, dan aneh,
Tapi ini adalah pengalaman berharga di hidup saya.. ^^

Jakarta, 14 Desember 2011


Nova

Rabu, 07 Desember 2011

That I'm Better Off On My Own..



Setiap orang mempunyai masalah dalam hidupnya. Ga mungkin ngejalanin hidup ini lurus – lurus aja. Walaupun mungkin seseorang itu kita anggap have a almost perfect in their life, mungkin punya wajah yang bagus yang merupakan anugrah Sang Gusti Maha Besar ALLAH SWT, mungkin punya keluarga yang lengkap, utuh, ada dan bahagia, mungkin punya cukup harta, dan segala ada, tetap tidak mungkin dia akan memiliki hidup yang selalu baik – baik tanpa masalah.  Karena menurut kutipan yang saya baca dari sebuah buku yang super keren : Allah SWT sayang dengan makhluk – makhluknya, dan Dia akan terus memberikan hikmah dan pelajaranNya kepada manusia setiap hari, yang membuat manusia akan belajar agar tidak cuma menjadi sepotong daging yang punya nama dan bisa jalan – jalan saja. Dari kutipan keren ini, saya mengambil kesimpulan bahwa apapun yang terjadi pada manusia, baik itu susah, sedih, senang, gembira, menangis, terharu, kecewa, marah, itu semua untuk menjadi pengalaman dan pelajaran hidup..

Setiap orang seperti yang saya sebut pada awal tulisan ini adalah termasuk saya di dalamnya, tentu saja :) Saya, seperti juga manusia yang lainnya, tentu dan pasti mempunyai masalah sampai di hari saya menulis tulisan ini, di umur 22 tahun ini. Pada tulisan ini, saya tidak akan menjelaskan secara detail masalah – masalah apa saja yang menghampiri saya. Saya tidak mau menghabiskan waktu saya dengan cuma mengeluh dan mengumbar masalah saya pada sebuah postingan. Mungkin bagi anda yang sekarang membaca tulisan saya akan berpikir : “ Ah, Nova munafik banget, dulu – dulu juga sering marah – marah dan ngeluh dan ngomentarin orang di status twitter dan facebook  dan di postingan blog dulu “. Oke, saya mengakui memang di beberapa waktu saya pernah melakukan hal – hal tersebut. Nah, disini, sekarang ini, saya berusaha untuk tidak lagi seperti itu dan berusaha berubah. Saya mengakui, di saat – saat dulu saya suka majang status seperti itu saya masih sangat Alay yang memalukan dan sangat tidak dewasa serta labil. Maka, sekali lagi dengan tulisan ini saya berharap saya bisa berubah agar tidak seperti dulu lagi ^.^

Masalah – masalah yang menghampiri hidup saya sangat banyak. Mulai dari masalah orang tua, keluarga besar, adik kandung saya, tante om saya, teman – teman saya, mantan pacar saya, masalah dengan pacar saya, atasan saya, dan lain – lain. Semenjak umur 17 tahun saya sudah tau masalah mana yang internal dan mana yang bisa di mintai pendapat orang atau mana yang harus disimpan sendirian saja. Namun sampai sejauh ini, hanya sekitar 20% masalah yang bisa saya mintai pendapat ke orang lain. Yaitu jika masalah tersebut berkaitan dengan teman dan atasan dan sedikit masalah soal pacar.  Selebihnya, saya simpan dan saya nikmati sendiri.. Bukan berarti saya menikmati dan saya senang dengan masalah – masalah tersebut. Namun saya hanya berpikir, untuk apa orang lain harus tau masalah kita..? untuk apa orang harus tau masalah yang mungkin itu adalah aib keluarga, atau siapapun.  Ketika kita menceritakan masalah kita ke orang lain, mungkin beberapa saat kita akan merasa lega dan puas bisa mengeluarkan sedikit emosi yang kita pendam, namun setelahnya? Orang lain itu akan tau aib kita, akan tau masalah keluarga kita, orang lain itu akan prihatin dengan kita. Saya hanya tidak mau untuk dikasihani.

Mungkin untuk beberapa saat mereka akan  simpati dan sedikit terbawa dengan cerita kita. Jika kita menceritakan bagaimana kita sedang sangat jatuh cinta dengan seseorang, mereka akan ikut sedikit merasa bahagia, ketika kita menceritakan masalah orang tua dan masalah keluarga di rumah, mereka akan sedikit merasa sedih pula dan ikut terbawa simpati, ketika kita menceritakan keburukan salah satu orang, mereka yang entah kenal atau tidak terhadap orang yang kita ceritakan itu akan sedikit merasa kesal juga, dan semua perasaan lain yang akan cuma hinggap sebentar pada perasaan mereka. Selebihnya? Mereka akan tetap melanjutkan hidup mereka setelah kita menceritakan masalah kita tadi.  Hanya diri kita sendiri yang akan tetap berkubang dengan masalah kita. Bukan tidak peduli mungkin, tapi mereka pikir, “ Ya terus mau gimana..? itu masalah lo, gue juga bingung mau bantu gimana? “ ato ada juga “ Yaaaa gue sih mau bantu, tapi gue juga lagi ada masalah ni “, atau ada yang “ Gue jadi ikut sedih sama masalah ,ga nyangka koq dia bisa tega ya, lo sabar ya semoga ada jalan keluarnya “ ato begini “ Waahh senangnya lo dapet promosi jabatan, selamat yaa ^^” ato “ Ih hebat ya lo bisa bangkit lagi setelah diputusin sama mantan lo yang brengsek itu “ ato “ Elo yang sabar ya sama keluarga lo, ini semua udah jalanNya”.. dan semacamnya..

Setelah itu? Mereka akan terus melangkah, meraka tidak akan terus ikut dalam masalah kita. Pada dasarnya, kita sendiri yang punya masalah, kita sendiri yang menyelesaikan.  Orang lain tidak perlu tau karena seringkali mereka hanya bisa bilang “Sabar.. Sabar.. dan Sabar “.. :)

Sedetail apapun kita menceritakan masalah kita, se-terperinci apapun, tetap orang lain tidak akan benar – benar memahami, karena mereka cuma mendengarkan dan tidak mengalami. Ketika kita bercerita bagaimana terharunya kita saat sedang menyanyikan lagu kebangsaan di hadapan bangsa lain kepada orang lain yang tidak mengalami, mereka cuma bisa bilang “ Yaa yaa.. pasti banggalah, kan feelnya beda.. ^^ “, ketika kita menceritakan kita yang abis diputusin cowok lalu mereka akan berkomentar “ Sabar ya , cowok emang kayak gitu, brengsek, dulu gue juga digituin, ih kesel banget deh pengen gue jitak – jitak deh “, padahal si tempat curhat belum tentu tau versi dari si cowoknya, mungkin aja kalo si cowok mutusin gara – gara si cewek adalah tukang sulap (Lho?!) :o Ato kalo nyeritain masalah keluarga yang sangat pribadi “ Sabar ya , walopun gue ga ngalamin, tapi gue tau koq gimana rasanya, gue bisa ngebayangin.. “ 

Nah, gimana bisa ga ngalamin tapi bisa ngebayangin..? Saya pribadi sangat tidak percaya. Tidak segampang itu dan tidak sesederhana itu. Mungkin beberapa orang di dalam hatinya berkomentar “ Oh, cuma diputusin “, ato “ Oh, Cuma masalah orang tua pisah “, ato “ Oh, disebelin sama temen sendiri” ato “cuma dibenci satu orang aja ribet , temen ga cuma dia kalii“. dll.. Cumaaaaaaaaaaaaa.. :(

Padahal ga segampang itu, ada hal – hal lain yang pasti si punya masalah pikirkan daripada si tempat curhat. Yaitu kata “Mengapa’. Yang si tempat curhat ga akan pernah bisa ngerti. Karena mereka memang tidak mengalami sendiri.  Itulah mengapa saya malas berkeluh kesah kepada orang lain. Karena saya tidak percaya. Saya tidak mau dikenal sebagai pribadi yang suka mengeluh. Saya menikmati hidup pemberian ALLAH SWT ini. Saya menghargai dan berusaha belajar terhadap masalah – masalah yang datang kepada saya ini. Saya yakin di setiap masalah yang datang  ALLAH SWT punya jalanNya dan jawabanNya. 

Jika saya lebih sering terlihat ngepost poto – poto, ngapdet stat jalan – jalan, ato lain – lain yang lebih bernada senang – senang, itu dikarenakan saya ingin orang tau bahwa di luar masalah – masalah saya, masalah keluarga saya, SAYA MENSYUKURI HIDUP dan tidak mau menghabiskan status dengan terus berkeluh kesah jika memang tidak terlalu perlu. 

Saya tau di luar sana pasti ada yang berkomentar “ Nova majang poto jalan2 terus, enak – enak mulu ni orang bukannya nyari kerja ato mikirin hidup malah keluyuran ngabisin duit ga karuan :p Nah untuk menjelaskan kenapa saya sering jalan – jalan akan saya tulis di lain kesempatan. Tapi intinya adalah, Saya tidak mau dikenal sebagai si tukang ngeluh yang lebay. Saya ingin dikenal sebagai manusia yang menikmati hidup dan menyimpan masalahnya sendiri. Biarkan saya dengan masalah saya, yang anda perlu tau adalah, Saya tidak pernah membawa – bawa orang lain dalam masalah – masalah saya. Jika saya mempunyai masalah, saya tidak akan membagikannya dengan orang lain. Saya tidak akan kesal dan menampakkan muka jutek terhadap orang – orang yang tidak ikut dengan masalah saya. Jadi, bila saya ada masalah dengan pacar saya dengan  teman saya, atau dengan keluarga saya, saya tidak akan melampiaskannya dengan orang – orang yang saya temui di jalan. Saya tidak akan ngomong “ Jangan tegor saya dulu, saya lagi kesel niy “, atau “ Hari ini jangan ajak saya ngobrol dulu saya, lagi emosi nih bad mood lagi ada masalah keluarga “ . Insya Allah saya tidak akan begitu.. ^^ dan Alhamdulillah sejauh ini tidak begitu ^^ Saya pastikan anda tidak akan saya bawa dalam masalah – masalah saya..

Karena sekali lagi, Saya menikmati dan mensyukuri hidup indah ini yang diberikan ALLAH SWT kepada saya dan setiap masalahnya yang menjadi tempat pembelajaran hidup saya ^^..

Nb :  Mohon maaf kalo tulisannya semakin ke bawah semakin ga nyambung :p Saya kan kalo nulis memang sok tau dan sok pinter.. Kalau memang ada yang tidak suka dengan tulisan saya ini, bisa kritik di tempat komen yang disediakan. Jujur, saya suka dikritik jika memang itu baik untuk perubahan saya, ke arah yang lebih baik, bukan untuk menjatuhkan saya. Saya suka dikritik secara terbuka dan di depan saya. Tolong jika memang ada yang tidak suka dengan tulisan ini, jangan apdet status, jangan kritik di belakang, komen saja, saya akan mengakui jika memang saya ada salah kata.. 

Terima kasih buat yang mampir dan kritik tidak lewat status.. :)


Selasa, 22 November 2011

Timnas itu.. Miris itu.. Sepakbola Bangsaku..



Mungkin sebelum menulis lebih lanjut tentang sepakbola, timnas, PSSI, stadion, dan birokrasi hukum di negara yang sangat saya cintai ini, terlebih dahulu saya harus meminta maaf dengan penuh kerendahan hati apabila tulisan saya ini sangat bernada sok tau, ga dewasa, asal ng-judge, dan sok pinter. Adapun yang saya tulis disini adalah pengalaman saya, hal yang saya alami sebagai orang awam, yang cuma ingin mendukung dan menyaksikan secara langsung timnas Indonesia, baik itu U23 atau timnas profesional. 

Momen ketika saya sangat tertarik dengan timnas dalam negri adalah ketika perhelatan AFF digelar pada tahun 2010 yang lalu. Mungkin karena di masa ini teknologi dan komunikasi sudah sangat berkembang dan maju, maka informasi dan kemudahan untuk menjadi supporter pun mudah didapat.
Saya sangat ingat, momen indah itu terjadi di bulan Desember 2010. Entah kenapa siang hari itu saya sangat ingin menonton langsung timnas berlaga di arena Internasional, walaupun itu hanya zona Asia Tenggara. 

Betapa bahagia dan bangga nya saya ketika itu, ketika dengan pasti, mengantri sendiri, membeli tiket Semifinal tanpa calo, dan pergi dengan pasti bersama teman-teman yang saya sayangi. Betapa bahagia dan bangganya saya ( kami ) ketika itu, kami mendapat tempat duduk yang pantas, walaupun hanya kelas tribun yang paling murah. Betapa bangganya kami ketika itu, ketika kami mendapatkan tempat duduk di bagian bawah papan skor. Betapa bangga dan bahagianya kami, ketika itulah untuk pertama kalinya, (aku khususnya ) dapat menyaksikan secara langsung permainan timnas di stadion kebanggan rakyat Indonesia ini.. 

Betapa bangga dan bahagianya kami ketika itu, ketika untuk pertama kalinya kami bisa menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan koor dari seluruh supporter se stadion dengan rasa mewah, megah, haru, dan bangga yang sangat membuncah dan tulus dari hati. Anda tidak akan dapat merasakan perasaan seperti ini jika belum mengalami sendiri, dan rasa mewah inilah yang membuat saya ketagihan untuk sekali lagi, berulang kali, dan berkali - kali ingin selalu menyanyikan lagu kebangsaan dengan penih khidmat seperti itu lagi. Betapa bangga dan bahagianya kami , karena timnas memenangkan pertandingan hari itu dan kami pulang dengan membawa kebanggaan dan senyum yang tidak terkira..
Kami bangga sebagai supporter Indonesia..
Untuk selanjutnya maka kami merencanakan untuk menonton sekali lagi final AFF Indonesia melawan melawan Malaysia setelah sebelumnya Indonesia kalah dalam pertandingan leg pertama di Malaysia terlebih dahulu. Maka, sekali lagi kami mencoba untuk mengantri sendiri dalam membeli tiket final langsung di Senayan.
Hari itu, 26 Desember 2010, kami berdua mengantri tiket dengan berharap sangat besar tiket akan terbeli dengan aman, lancar, dan jujur seperti waktu pertama..

Dari awal, situasi memang sangat tidak enak. Kami, di luar dibiarkan menunggu panitia pelayanan tiket menunggu di luar. Satu jam, Dua jam, 3 Jam, panas, hujan deras, lapar, dan semua situasi tidak enak kami alami. Tidak heran kami para calon pembeli tiket mulai marah, bahkan mengamuk (kecuali saya :p ) karena memang tidak ada penjelasan kenapa kami dibiarkan menunggu di luar seperti itu. Kalau memang tiket sudah habis, kan bisa ada pengumuman, kalau memang mereka tidak akan memberikan kami tiket karena kami rusuh, ada baiknya juga hal itu diumumkan sehingga kami tau dan pulang. Kalau memang tiket tidak dijual sampai hari H final berlangsung, sebaiknya juga kami yang diluar yang sudah mengalami hal - hal tidak enak dan tidak nyaman diberitahu agar kami bisa pulang dengan keadaan pasti.

Lama kami semua dioper ke berbagai tempat, dari tempat loket kami dapat isu kalo penjualan tiket dipindahkan di sektor sekian, dari sektor sekian dapat kabar lagi pindah ke sektor lain lagi, begitu seterusnnya samapi akhirnya pintu sektor dibuka dan kami disuruh mengantri ke dalam stadion langsung. Didalam.. suasananyaa.. sungguh.. panassssssssssssssssss... kesaaaaaaaaalllllllllllllllll jengkel berpadu menjadi satu kesatuan yang utuh :D Sekian ribu orang dipaksa duduk di bangku -bangku stadion dan disuruh untuk turun satu persatu mengambil satu tiket untuk satu orang dari satu polisi. Bayangkan.. sekian ribu orang berbanding hanya sekitar 5 orang polisi yang membagi tiket . Konyol.. Ga Logis dan bukan solusi. Sekian ribu orang yang sudah sangat kesal dipaksa membeli tiket dengan cara seperti itu. Ratusan makian, umpatan, dan ekpresi kemarahan bercampur dan menggema di semua sudut stadion. Seketika seluruh pengantri tiket di stadion langsung lepas kendali, liar dan semua turun ke stadion menyerbu polisi tadi disertai dengan sebuan kata - kata kotor..

Habis.. Tak menyisakan apapun.. Tak membawa apapun.. Cuma membawa pulang kesal, marah , jengkel terhadap sistem dan birokrasi yang berbelit - belit, polisi yang tidak sanggup mengantisipasi massa, pemimpin PSSI dan antek - anteknya saat itu yang sangat *(*()*(^%%$%$!!! Semua saling menyalahkan, semua mau menang dan benar sendiri.

Hari berlalu.. Bulan berlalu.. dan Tahun  berlalu..

Tahun 2011, ketika ajang Sea Games berlangsung dan perhelatan digelar di Indonesia, kembali momen yang saya ( kami ) nantikan adalah pertandingan sepakbola. Dan niat kami sangat kuat agar bagaimanapun caranya, kami dapat menonton, menyanyikan sekali lagi lagu indonesia Raya dengan megah kembali. Kami membeli tiket dengan memesan kepada teman. Karena kami berjumlah banyak, kami pun janjian untuk saling bertemu di GBK langsung.

Kami sudah mengkhayalkan bahwa di malam final itu kami akan berada di dalam stadion dengan nyaman seperti waktu pada semifinal Leg pertama AFF tahun lalu.

Namun apa daya.. 

Dimulai dari sinyal yang hilang untuk hampir semua operator, sehingga proses untuk janjian ketemu di senayan hanya mendatangkan kekesalan :D Saya mengakui, pada saat inilah pertama kalinya rasanya saya ingin menendang mobil yang berada di dekat saya ketika itu. Padahal saya bukanlah orang yang suka melempar barang atau kasar, tapi sungguh, situasi kemarin itu sangat mengguncang emosi jiwa dan raga serta nusa dan bangsa saya sebagai anak negri #Abaikan :D

Kami mengantri di Pintu 5 sesuai dengan yang tertera di tiket. Namun hingga jam sekian, pertandingan akan dimulai pintu tak kunjung dibuka.. Kami menanti dengan sabar, diantara dorong - dorongan, kaum wanita yang minoritas, dan peluh yang membasahi kami tidak kami hiraukan demi bisa masuk ke dalam. Sekian lama akhirnya para penonton yang jelas - jelas mempunyai tiket tidak juga dibukakan pintu untuk dapat masuk. Sontak kami pun ( saya tidak termasuk si sebenarnya :p ) berusaha mendobrak dan menjebol pintu stadion. Di dalam, suasana ke -olahragahan dan ke-sportifisan langsung tak terasa. Yang ada hanyalah keegoisan dan mau menang sendiri. Tidak peduli siapa yang terinjak, tidak peduli siapa yang kehabisan oksigen, semua hanya punya satu tujuan , cara agar bisa masuk ke dalam stadion. Tidak dapat digambarkan bagaimana suasana stadion saat itu. Rusuh, keras, kasar, emosi, bising, Ergghhhhhhhhhhhhhh $%#@@#@

Memang kami bisa masuk ke dalam stadion, memang kami sempat menikmati rasanya menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan megah, memang kami bisa melihat jalannya pertandingan secara langsung, namun kami tidak menikmati.Kami tidak merasakan menonton jalannya pertandingan dengan tenang, tanpa rasa was - was. Kami tidak bisa menikmati koor gerak badan yang biasa dilakukan para supporter yang dikomando sehingga tampak sangat kompak. Karena keadaannya memang over crowded.. Keadaaan ini sangat berbeda dengan waktu Semifinal Leg pertama AFF 2010 lalu T_T

Kalau mau menyalahkan keadaan, hal ini tidak akan menyelesaikan masalah. Semua pihak hanya akan berusaha lepas tangan. Pemerintah dan orang - orang yang bernaung di bawah lembaga akan menyalahkan rakyat supporter dan wataknya. Sementara dari pihak supporter sendiri akan menyalahkan PSSI dan lembaga terkait yang dinilai tidak becus untuk mengkoordinir masalah supporter dari tahun ke tahun. Dan mungkin, karena sampai saat ini saya berada di posisi supporter, maka jujur saja saya cenderung jengkel terhadap lembaga - dan aparat yang hebat - hebat itu.

Pertama :
Kami dibiarkan tanpa kabar dan kejelasan dari panitia soal apakah akan dibolehkan masuk atau tidak. Padahal kami jelas - jelas sudah membeli tiket yang menurut kami itu tidak murah.

Kedua :
Sepertinya lembaga - lembaga dan aparat hebat - hebat itu tidak pernah belajar untuk menghadapi massa yang terus bertambah dari even ke even.

Ketiga :
Polisi yang hebat - hebat dan berbadan tegap itu terlihat tidak berdaya dan hanya bisa diam, tidak melakukan apa - apa, sekali mereka marah - marah, itu hanya marah - marah ga jelas yang menunjukkan kalau mereka bisa galak ( sesaat). 

Dan lain - lain lain lain lain lain lain.. Saya tidak bisa menuliskan lain lain lain lagi karena jika suatu saat blog ini dibaca ( siapa tahu ) anggota lembaga - lembaga tertentu, saya akan mendapat sangsi dari ITE tentang tulisan di blog saya :D

Sebenarnya, dari pihak supporter sendiri , jika diberikan penjelasan, pengertian, dan informasi langsung dari panitia, saya yakin massa tidak akan beringas seperti itu. Saya percaya keinginan para supporter cuma satu, menyaksikan pertandingan secara langsung. Namun, memang di beberapa sisi ada oknum yang suka memancing dan menyulut suasana agar semakin hot..panasss dan burning.. meleleh.. terbakar.. apii .. cintaaaa ^*&%$U^%#^%^#%!!!! #AbaikanLagi

Rusuh - rusuh pendukung Timnas sudah tidak asing lagi terdengar dari jaman saya masih smp , dan ga berubah dari masa ke masa. Dan sepertinya tidak ada niat dari pihak manapun, pihak lembaga, pihak supporter untuk berdamai dan belajar legowo. Tidak ada yang brusaha nrimo. Untuk supporter, kalo udah tidak kebagian tiket lagi, ya sudaaaahhhh... Jangan memaksa.. Jangan punya niat untuk menerobos dan merusak fasilitas negara ini. Biar bagaimanapun, stadion GBK itu keren dan berstandar Internasional. Ayolah kita jaga.. T_T 
Dari pihak polisi juga, jangan cuma pasang badan gede sama muka sangar aja tapi pas keadaan rusuh cuma bisa diem. Bukannya mereka pamong masyarakat ya :o Untuk lembaga - lembaga dan orang - orang hebat yang pintar, tolong... kami cuma mau nonton koq, tolong dipermudah, proses penjualan dan pembagian tiket jangan berbelit - belit, kalu ada yang complain tolong ngomong, jangan diem, jangan saling melempar kesalahan diantara kalian.. Jangan meninggalkan kami dengan tanda tanya :(

Yang saya tulis disini memang cuma ke SOK TAU an saya saja. Maaf jika ada yang salah. Saya akui, saya cuma orang biasa yang sok pinter dan cuma bisa ng-judge orang dengan sok ngerti aja.. 

Keinginan saya cuma satu koq, cuma ingin bisa menonton pertandingan Timnas dengan tenang, tertib, lancar, dan damai..

Saya bangga dengan timnas.. Saya bangga dengan bangsa ini.. Saya Sangat Cinta Negeri Ini.. 

Indonesia Kita, Indonesia ku.. 
Sepakbola ini.. Sepakbola bangsaku.. ^^



Kamis, 17 November 2011

Blognya..Inspirasiku..



Saya menyadari bahwa saya terlambat , sangat terlambat untuk menyadari bahwa kita, bangsa Indonesia memiliki satu pemain sepakbola profesional yang sangat berbakat menulis. Sejak 2007 malah ^^. Dan untuk seterusnya saya hanya akan menyebut si pemain profesional ini dengan inisialnya saja, yaitu Mr. B ^^

Mr. B adalah legenda sepakbola Indonesia abad ini, periode 2000-an ( menurut saya pribadi ) salah satu punggawa besar Persija, yang sudah lama malang melintang di dunia persepakbolaan Indonesia. Saya sudah lama mendengar dan tau dengan nama Mr. B ini. Sejujurnya dari dulu saya kurang tertarik dengan Mr. B ini.
Keadaan hati saya yang labil ini berubah semenjak Piala AFF ( Asean Football Federation ) 2010 lalu digelar.
Tidak dipungkiri penampilan si Mr. I, yang paling menyedot publik Indonesia saat itu, bukan Mr. B. Mr. I masih muda, pemain naturalisasi, wajah tampan, dan bisa dianggap sebagai penyegar sepakbola Indonesia saat itu. Pada beberapa kesempatan memang Mr. I sanggup membius para supporter Timnas. Dan dengan sangat cepat tumbuh lah para supporter dadakan :D

Namun kharisma Mr. B tidak akan tenggelam walaupun hingar bingar terhadap Mr. I sangat menggema. Mr. B lah sang kapten, Mr. B lah si penenang, Mr. B lah si penakluk emosi, Mr. B lah si rendah hati, Mr. B lah si tegar. Ketika final AFF 2010 saat Indonesia melawan Malaysia , Mr. I menangis karena gagal membawa Indonesia menjadi juara untuk pertama kalinya. Mr. B tetap berusaha bangkit, bangun, dan terus menyemangati Mr. I dan kawan-kawan.

Tulisan - tulisannya, di blog, sangat menggambarkan ke-rendah hatiannya, jujur, tanpa memihak, realitas, tanpa menggurui, dan terbuka.
Beberapa stigma yang salah tentang orang - orang dekatnya yang mungkin sedikit mengganjal, langsung dipaparkannya lewat tulisan dan paparan yang rapih dan metodis. Saya sangat suka membaca blognya. Saya merasa blog nya sangat membangun, tanpa ada aura negatif dan mengajak kita untuk tidak menilai sesuatu dari satu sisi. Dalam setiap bulan postingannya, setidaknya ada beberapa artikel yang semuanya sarat isi, matang, dan apa adanya. Contohnya dalam satu bahasannya mengenai pandangan seseorang terhadap logo timnas. Mr. B ini memaparkan pendapatnya dengan sederhana, rendah hati, dan tidak memojokkan. Demikian juga ketika Piala AFF berakhir dan meninggalkan kenangan - kenangan tersendiri terhadap teman - teman se timnya ^^ Semuanya ditulis dengan kalimat - kalimat segar, tanpa menunjukkan kekurangan para pemain dan teman - temannya. Karena dia pernah berujar bahwa semua pemain, pelatih, yang pernah menghabiskan waktu bersamanya tentulah memiliki kelebihan dan kekurangannya masing - masing. 

Bagi ku, Mr. B bukan hanya sekedar pemain bola, bukan hanya sekedar pemain Timnas, bukan hanya sekedar pemain profesional. Namun dia adalah penulis, blogger, dan manusia rendah hati yang bisa mempertahankan pendapatnya tanpa menusuk pihak manapun..

Novamedy ^^

Minggu, 30 Oktober 2011

5 Cm ku.. Mahameru ku,, ^^

5 Cm
Perjalanan Mahameru
Perjalanan Hati..



Ini adalah Novel indah yang Sangat Sangat Sangat Indah untuk dibaca. Bukan indah karena cerita cintanya, bukan indah karena banyolannya, bukan juga indah karena cover bukunya. Tapi tema yang ditawarkan di dalamnya. Penggambaran karakter tiap tokohnya, Alur cerita detail perjalanan ke puncak Mahameru nya, potongan lagu - lagu keren di dalamnya, cara berceritanya yang sangat mewah tanpa berlebihan.. Aaarrgghhh sangat susah untuk dijabarkan kalo tidak membaca novel ini secara langsung..^^

Dimulai dari kisah 5 pemuda pemudi yang punya ciri khas dan sifat masing - masing.
Ada Genta yang dianggap sebagai "The Leader ". Seseorang yang selalu bisa diandalkan, bisa dipercaya, si pengambil keputusan, yang sangat bisa sebagai teman setiap dari sisa anggota Power Ranger..

Ada Riani satu satunya Srikandi dalam geng Power Ranger ini. Riani digambarkan sebagai cewek cerdas, mandiri, ga cengeng ( ga kayak akau :D ) , dan menyukai salah satu pria dari geng ini. Riani cantik walopun pake kacamata dan ga ribet dan selera musiknya juga keren. Hobi Riani adalah makan kuah indomie. Kuahnya aja ^^

Terus ada Zafran. Si penyair, vokalis, pujangga, anak BEN ( bukan band ) yang kepedean ! :D Tapi Zafran ini digambarkan sebagai cowok yang cuek, sedikit tengil, lucu, spontan, dan sederet tingkah ajaib lainnya yang suka muncul tiba-tiba :D Zafran sering mengutip quote - quote keren karena memang dia pencinta Kahlil Gibran, Socrates, Plato. Semua hal yang bisa di - syair-in , langsung di syair -in sama doi :D Yoyoooyyyy :D

Selanjutnya ada Arial. Yak Arial. Memang benar namanya ARIAL. Nama salah satu font yang ngetop karena rapihnya font jenis ini. Seperti namanya, ARIAL memang orang yang sangat taat peraturan, hidupnya juga lurus - lurus aja, full of Rules, ga macem - macem dan menurut aku, harusnya orang yang cocok untuk menjadi presiden adalah orang yang kayak ARIAL ini. Dijamin deh Indonesia akan jaya kalo ARIAL disini menjadi presiden !!! :D

Dan anggota terakhir dari Power Ranger ini adalah Ian. Nama panjangnya adalah Adrian. Adrian digambarin sebagai seorang cowok yang gendut, mengejar skripsinya, suka makan Indomie pake telor dan punya rumus khusus untuk hobinya ini :D Ian adalah orang yang sangat apatis terhadap negaranya ini, indonesia. Dan sikapnya ini akan berubah setelah mereka melewati perjalanan hati ke Puncak Mahameru ^^

Novel ini menurut aku, mengajarkan kita untuk mencintai Indonesia kita. Tanah kita ini. Indonesia tercinta Tanah air ini. Bahasa novel ini tidak berat, malah mudah dicerna dan sangat khas anak muda ( kayak udah tua aja :D ) 

Novel ini yang membawaku sangat ingin mendaki Puncak Mahameru. Sungguh, setiap lembar dari novel ini sangat bermakna, sangat berisi dan berbobot, tanpa ada kesan mengulur - ulur cerita. Cara Donny Dirgantoro ( yang ngarang novel ini ) menceritakannya, sangat hebat. Bagaimana awal obrolan mereka, bagaimana cara Aria yang sangat rule itu menyatakan cintanya.. sungguh mengharukan. Bagaiman setapak demi setapak kaki mereka membawa ke Puncak Mahameru, sangat indah untuk digambarkan. Apalagi detail upacara bendera mereka di puncak Mahameru, sangat megah dan siapa yang tidak akan merasa terharu.

Aku menaruh Novel ini di Daftar Novel Indonesia yang harus dibaca..! 

Sangat High Recomended dan aku jamin ngga ada satu orang pun yang akan menyesal setelah membaca novel ini ^6

                                                                                                                                                   Novamedy

Minggu, 19 Juni 2011

Black Swan " She's in White, But She's Black"


Ketika Kesempurnaan itu Membunuh..



Adalah Darren Aronofsky, sang sutradara yang berhasil menyuguhkan sebuah tampilan yang sangat mengilukan dan membuat ngeri yang dibalut dengan  keindahan sebuah seni balet.

Ketika seseorang dituntut untuk tampil sempura, yang disertai dengan tekanan di sekelilingnya, hanya akan menghasilkan ilusi dan menabrak batas kerasionalan diri sendiri.  Ambisi inilah yang dihadapi Nina Sayers, yang sangat dikontrol dan diharuskan sang ibu untuk bisa menjadi pebalet yang sempurna, serta koreografer balet yang menilai hasil balet Nina belum sepadan dengan Sang Ratu Angsa yang diharapkannya. Thomas si koreografer menginginkan tokoh Ratu Angsa kali ini tidak sekedar menampilkan sosok angsa yang polos, anggun, penuh kontrol, berhati – hati , dan transparan, namun juga menampilkan sosok Angsa Hitam yang menggoda, berenergi, dan memiliki aura kelam. Hal inilah yang menjadi kesulitan bagi Nina untuk menampilkan dua sosok yang berbeda sekaligus.

Ditambah dengan kehadiran Lily, tokoh yang merupakan kebalikan dari Nina, introvert, impulsif, dan sensual. pebalet lain yang sebenarnya kehadirannya tidak bermaksud apapun terhadap Nina. Tapi Nina sendirilah yang memunculkan halusinasi bahwa Lily akan mengambil perannya, berusaha menggodanya dan melakukan hal yang tidak pantas terhadap Nina. Nina tidak lagi bisa membedakan mana waktu kejadian yang nyata dan hasil halusinasinya.

Rasa frustasi yang semakin hari membelenggunya semakin membuatnya menghilangkan kontrol dirinya. Nina membangun dan menciptakan sendiri “The Other”, kebalikan dari tokoh White Swan , yaitu si Black Swan sebagai representasi dari Lily, yang dianggapnya berusaha merebut peran Ratu Angsa darinya.  Dalam dunia Black Swan nya itu, Nina membunuh tokoh Lily hasil rekaannya sendiri dan menganggap dirinya sudah berhasil menjadi The Really Black Swan seperti yang diharapkan Thomas.

Pergulatan yang hebat di “ dunia dalam “ Nina membuatnya sangat kabur dengan realita dan fantasi. Sehingga dia menyakiti diri sendiri seperti menggaruk sampai berdarah, mengelupasi kulit, dan merasa bahwa dirinya sudah benar- benar berubah menjadi si Hitam yang jahat ketika tumbuh bulu – bulu hitam yang menyeruak dari kulitnya, kakinya berselaput dan bengkok seperti angsa, serta mata angsa hitam yang memerah.

Sangat tidak mengherankan ketika film ini menyabet Golden Globe 2010, karena Natalie Portman benar – benar bisa menampilkan sosok yang rapuh dan interpretasinya terhadap rasa ngilu, sakit, dan tertekan mebuat penonton ikut merasakan. Meskipun bukan termasuk film horror, namun tetap digolongkan sebagai Drama Hitam yang dibalut dengan keanggunan dan keindahan. 

Sebagai penutup, Nina merasa sangat hidup ketika pertunjukan selesai dan mendengar penonton meneriakkan namanya, mendapat pujian dari rekan balet dan Thomas, serta air mata haru ibunya. Sedangkan dia menusuk dirinya sendiri yang beberapa menit sebelumnya dia menyangka yang ditusuknya adalah Lily..

Minggu, 12 Juni 2011

System Of a Down

Pernahkah kalian mendengar System of A Down? Ini bukanlah nama sebuah System ato program di Komputer, tapi nama sebuah band dari Amerika sana. Dari mendengar namanya saja pasti yang terpikir di benak kita adalah sebuah band yang sangat urakan ,berandal, cadas, keras , gahar. Memang betul rata – rata iramanya seperti itu. Dengan sentuhan metal, rock, sedikit ballad, unik dengan campuran Arabic Music khas Armenia di dalam lagu – lagu mereka. Dulu, ketika aku mendengar lagu-lagu SOAD, aku berfikir bahwa si vokalis seperti sedang mengaji.. ^^

Tapi jika kita mau sedikit mengartikan, menyimak, dan memahami arti dari lagu – lagu mereka, sungguh sangat penuh makna, masalah politik, sosial, kemanusiaan, globalisasi, konsumerisme, pembajakan, dan ramah lingkungan sesuai dengan kondisi yang terjadi di dunia.


Band ini terdiri dari 4 orang, yaitu Serj Tankian pada vokalis yang juga lihai bermain keyboard, Daron Malakian pada gitar, Shavo Odadjian pada bass, dan John Dolmayan di bagian drum. Sungguh nama – nama yang sangat berbau Armenia. Armenia adalah suatu daerah yang berada dan cukup berpolemik dengan Negara Turki. Keempat orang ini ,memang berasal dari Armenia dan mengembangkan bakat musik mereka di Amerika Serikat. 

Sebagai punggawa dan front man band ini tentu saja adalah si vokalis, Serj Tankian. Hampir sebagian besar lagu – lagu pada SOAD diciptakan oleh Serj. Serj juga disinyalir beragama Islam .. Di dalam lagu – lagu mereka, sangat jarang, bahkan mungkin tidak ada lagu yang bertemakan cinta-cintaan. Semua sarat dengan kepedulian terhadap manusia, korban perang, dan keseimbangan alam. Sangat tidak disangka. 

Hal ini dapat dilihat di semua lagu-lagu dan video klipnya, seperti BYOB ( Bring Your Own Bomb ) yang berisikan ketidaksetujuan mereka terhadap perang yang terjadi di Afganistan dan ulah para tentara Bush.  Ada juga lagu Toxicity yang menjadi lagu favoritku selain lagu Hypnotize dan Kill Rock and Roll. Toxicity bercerita tentang kehancuran yang diciptakan karena adanya perang terus menerus yang dilancarkan Bush yang membuat ribuan tentara dan warga sipil meninggal. Sangat terlihat jelas bahwa mereka sangat menentang invasi yang dilakukan selama pemerintahan Bush ke Irak dan Afganistan. Lantas mereka menuangkannya ke dalam lagu – lagu mereka yang tentu saja menuai kritikan dari pemerintah yang merasa tersindir. Yah orang kalo tersindir berarti memang benar kan apa yang ditulis oleh SOAD..?? ;D


Sangat terlihat dalam lagu – lagu mereka pengaruh dari si Vokalis yang ternyata memang adalah seorang aktivis yang rajin membela hak-hak warga Armenia yang terpinggirkan.  Serj lah seorang vokalis yang ketika teman- teman se-band nya syuting video klip namun dia malah demo di jalanan ^^ Serj lah yang mebuat SOAD sangat vocal dan membuat serta membantu manusia menyadari manusia bahwa masalah yang dihadapi masyarakat dunia dewasa ini sangat berpengaruh dan global.
  
Tidak tampak kecengengan dalam lagu – lagu mereka. Tidak mendamba-damba cinta yang mendayu-dayu seperti band me**yu ^^ Ataupun lirik yang kotor dan tidak bermanfaat serta manja. Yang ada adalah pembahasan masalah yang serius dan sangat pintar. Mereka pintar membahasakan lagu mereka dalam bentuk syair.  
  
Video klip nya pun tidak berlebihan dan aneh- aneh. Khas anak metal dengan pakaian kaos ala kadarnya. Itulah perbedaan besar band-band barat dengan asia. Band – band barat tidak menjual efek panggung serta aksesoris dan item yang berlebihan.  Hanya memperlihatkan skill sedikit gambaran bagaimana perang yang terjadi selama ini. Tapi di video klip Toxocity, sangat terlihat ketampanan Serj. Padahal dia hanya memakai kaos dan celana panjang saja, dengan kumis yang mebuatku meleleh :D

Walaupun sangar di luar, justru System of A Down sangat anti Kekerasan. Jadi, janganlah menilai sesuatu dari luarnya. Walaupun dikemas dengan keras dan metal, isinya sangat berbeda. Aku menyukai System of A Down karena isi dan makna lagu-lagunya ini, dengan bonus tampang Serj tentu saja ^^